Window socket : Gadget ramah lingkungan

Disaat sedang berpergian atau beraktifitas di luar rumah, seringkali secara tiba-tiba handphone, tablet, atau gadget lainnya milik kita kehabisan sumber energi. Lalu kita pasti mencari sumber listrik (plug in) untuk mengisi baterai gadget kita. Lantas bagaimana jika kita tidak menemukan sumber listrik? Sampai saat ini kita dapat menggunakan power bank yang dapat menyimpan energi listrik dan dapat digunakan kapanpun disaat gadget kehabisan energi. Namun ada cara yang lebih hijau sebagai alternatif sumber listrik selain power bank yaitu kita dapat menggunakan window socket.

Apa window socket?

Window Socket merupakan karya desainer Korea Kyuho Song dan Boa Oh yang mengadopsi dari penggunaan panel surya. Alat ini dinamakan window socket dikarenakan untuk mendapatkan energi listrik cukup dengan menempelkan alat ini pada kaca (window) yang terpapar sinar matahari, lalu secara otomatis panel surya yang terpasang di bagian belakang alat ini akan menangkap sinar matahari, lalu menyimpan atau langsung menyalurkan energi listrik melalui soket atau plug listrik di bagian depan alat tersebut.

Desainer juga menjelaskan bahwa alat ini didesain agar pengguna dapat mendapatkan energi listrik secara bebas dan nyaman terutama ketika kita berada di tempat yang sulit mendapatkan akses plug/soket listrik seperti di pesawat, kendaraan, ataupun di luar ruangan. Alat ini juga memiliki cara penggunaan yang hampir sama dengan plug listrik rumah sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna tanpa memerlukan pelatihan khusus layaknya mesin diesel atau panel surya pada umumnya.

Alat ini terbuat dari bahan plastik dan pada bagian belakang dibuat transparan agar dapat menyerap panas sinar matahari. Selain panel surya, alat ini juga dilengkapi dengan alat konverter energi yang dapat merubah energi cahaya menjadi energi listrik. Kapasitas lstrik yang disimpan dapat mencapai 1000mAh dan dibutuhkan 5-8 jam untuk menyimpan penuh.

Ide alat ini tampaknya hanya bisa diaplikasikan untuk alat-alat yang membutuhkan energi kecil, namun setidaknya dapat menjadi inovasi penghasil listrik dari sumber daya berkelanjutan kedepannya. Salam hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *