Ubi pengganti nasi

Sebelum nasi menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, terdapat beragam jenis makanan pokok yang biasa dikonsumsi tidak hanya beras, namun juga jagung, ubi jalar, singkong, ubi ungu, talas, kentang, dan sagu.  Setiap daerah di Indonesia memiliki kondisi lahan yang berbeda-beda serta jenis hasil cocok tanam yang berbeda sehingga makanan pokok juga berbeda.

Seiring dengan berkembangnya Revolusi Hijau untuk menghasilkan produk pertanian, maka beras menjadi komoditas utama dan berbagai daerah di Indonesia mulai terbiasa memakan nasi. Data tahun 2010 menunjukan konsumsi beras Indonesia mencapai 100kg per kapita per tahun. Hal inilah yang membuat kita semakin tergantung pada beras. Ditambah dengan pertambahan penduduk dan dampak perubahan iklim yang menyebabkan hasil pertanian tidak dapat diperkirakan, hal ini dapat menyebabkan dampak kekurangan stok beras dan ketergantungan kepada beras semakin tinggi.

Dilihat dari sejarah masyarakat kita yang memang pada awalnya menggunakan beragam jenis sumber karbohidrat dari pangan selain beras, maka sudah saatnya kita beralih atau mengurangi ketergantungan memakan nasi. Bagi masyarakat perkotaan, umumnya makanan pengganti nasi yaitu roti atau mie. Sayangnya banyak yang tidak mengetahui bahwa bahan dasar membuat roti atau mie yaitu tepung dan tepung berasal dari gandum. Negara Indonesia sebagai negara tropis masih belum mampu untuk memproduksi gandum. Hingga saat ini masih dilakukan riset untuk menghasilkan gandum dari negara tropis. Jika kita mengurangi ketergantungan terhadap nasi dengan roti artinya kita masih memiliki ketergantungan terhadap sumber daya dari luar yang artinya kita harus impor dari negara lain.

Salah satu alternatif pengganti sumber karbohidrat selain nasi dapat dihasilkan oleh petani lokal yaitu ubi. Indonesia sebagai negara tropis memiliki banyak sekali jenis ubi-ubian yang bisa ditanam oleh petani lokal. Manfaat yang didapatkan dari menggunakan produk lokal yaitu selain harganya lebih murah, kita juga dapat meningkatkan kesejahterahan petani lokal.

Lantas bagaimana dengan kandungan gizi?

Terdapat beragam jenis ubi, dan masing-masing jenis tersebut memiliki citra rasa yang berbeda serta kandungan gizi yang berbeda pula.

Ubi jalar atau dikenal juga dengan ketela rambat diketahui kaya akan serat  serta merupakan sumber vitamin A,C dan beberapa jenis antioksidan. Kandungan energi ubi jalar setiap 100 gram yaitu 123 kkal dengan protein 1,8  g, karbohidart 27,9 g, lemak 0,7 g, kalsium 30mg, dan zat besi 1 mg. Ubi jalar juga dikenal dengan nama ‘sweet potato” dikarenakan rasa manis yang dihasilkan. Nilai kalori pada ubi jalar sama dengan nilai kalori kentang namun memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi.  Kandungan vitamin ubi jalar berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa bagian lainnya dari ubi jalar seperti daun diketahui dapat meningkatkan jumlah trombosit darah.

Ubi kayu atau singkong merupakan jenis ubi yang berbatang lunak dan mudah patah. Berbeda dengan jenis ubi lainnya, singkong memiliki nama yang lebih populer dikarenakan beragam jenis panganan dari singkong dengan mudah ditemukan di masyarakat. Selain dimakan dengan direbus saja, singkong juga dapat diolah menjadi makanan ringan seperti kripik atau panganan lainnya. kandungan gizi dari singkong yaitu setiap 100 gram mengandung 146 kkal dengan protein 1,2 g, lemak 0,3. karbohidrat 34.7 g.  Singkong juga mengandung beberapa vitamin seperti vitamin C, B. Bagian dari singkong yang bisa dimakan yaitu umbi dan daunnya. Daun singkong juga dapat digunakan sebagai obat untuk rematik, sakit kepala, serta menambah nafsu makan.

Ubi ungu merupakan salah satu jenis ubi yang memiliki kandungan antioksidan paling lengkap. Selain vitamin A,C, dan E, ubi ungu memiliki kandungan betakaroten. Dalam setiap 100 gram  mengandung 123 kkal dengan karbohidrat 27,9 g, protein 1,8  g, lemak 0,7 g. Citra rasa dari ubi ungu hampir mirip dengan ubi jalar namun perbedaan pada warnanya. Warna ungu pada ubi ungu menunjukan kandungan karotenoid yang tinggi. Fungsi karotenoid yaitu sebagai pabrik antioksidan yang mampu mencegah terjadinya laju kerusakan sel oleh radikal bebas. Kombinasi kandungan betakaroten dan vitamin E dapat bekerja sama mencegah stroke, serangan jantung koroner, dan kanker.

Banyak manfaat yang didapatkan dari mengkonsumsi ubi. Jika dilihat dari kandungan gizinya, ubi memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan nasi. Satu hal yang menjadi nilai lebih dari ubi yaitu ubi dapat diproduksi di negeri kita, serta dapat meningkatkan taraf hidup petani lokal. Yang lebih penting lagi dapat mengurangi carbon footprint dalam konsumsi makanan anda. Menggunakan makanan lokal bisa mengurangi konsumsi bahan bakar yang digunakan untuk transportasi sehingga emisi karbon juga dapat dikurangi.  Salam hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *