Terumbu Karang: Jika Dilindungi, Efek Pemanasan Global Dapat Dipulihkan

Tidak sedikit orang mengira jika pelestarian karang di lautan tidak berpengaruh terhadap kehidupan di dataran dan hanya berefek terhadap ekosistem pesisir, pantai, atau lautan. Ternyata perkiraan tersebut salah besar. Sebuah studi di Karibia telah menemukan bahwa terumbu karang mampu memulihkan efek pemanasan global, seperti pemutihan karang.

Ahli biologi laut telah lama khawatir bahwa terumbu karang dipengaruhi oleh perubahan iklim melebihi pemulihan. Bagaimanapun, studi baru mempublikasikan di PLoS ONE menunjukkan bahwa mengurangi satu ancaman yang lain, penangkapan ikan berlebihan, memungkinkan karang mengatasi perubahan iklim.

Mensurvey sepuluh tempat karang di Bahama selama 2,5 tahun, para peneliti menemukan bahwa bahkan karang-karang yang sangat rusak oleh pemutihan karang bisa pulih. Di area laut terlindungi (aktivitas penangkapan ikan dilarang) tutupan karang meningkat rata-rata 19%. Hal yang berbeda terjadi pada tutupan karang di luar lautan terlindungi menunjukkan tidak ada pemulihan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa aksi lokal mengurangi efek penangkapan ikan mampu berkontribusi sangat baik terhadap kematian karang. Cadangan disediakan sejumlah ikan kakatua (Scarus frenatus) untuk meningkatkan dan karena ikan kakatua memakan rumput laut, karang dapat tumbuh dengan bebas tanpa dibanjiri rumput laut. Akibatnya, karang di dalam taman menunjukkan pemulihan sedangkan karang yang memiliki rumput laut lebih banyak tidak menunjukkan pemulihan. Bukti-bukti ini mungkin membantu mengajak pemerintah untuk mengurangi penangkapan ikan herbivora seperti ikan kakatua dan membantu terumbu karang mengatasi ancaman tak terelakkan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim,” kata Dr. Peter Mumby dari University of Exeter dalam pres rilis.

Pemutihan karang, di mana karang menghadapi mortalitas tinggi karena kehilangan organisme simbiosis vital, dapat disebabkan oleh stress, termasuk suhu air yang lebih tinggi yang berhubungan dengan pemanasan global dan oksidasi samudra, yang disebabkan oleh kandungan CO2 lebih tinggi pada samudra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *