Serba-Serbi Terumbu Karang

Indonesia dikelilingi oleh kepulauan luas yang sangat indah. Keindahan bahari tersebut didukung oleh terumbu karang yang berlimpah.

Terumbu karang tersusun dari binatang rapuh, kecil yang disebut polip. Polip merupakan jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang (invertebrata), dan masih satu keluarga dengan ubur-ubur. Terdapat dua jenis terumbu karang: terumbu karang keras dan terumbu karang lunak.

Terumbu karang yang keras merupakan jenis karang batu yang terbentuk dari kalsium karbonat. Walaupun keras dari luar, sayangnya terumbu karang jenis ini sangat rapuh terhadap lingkungan di sekitarnya. Contoh terumbu karang yang keras adalah elkhorn coral.

Terumbu karang lunak tidak berbentuk seperti karang, tubuh koloni lembek tapi lentur, memiliki tangkai yang melekat pada substrat yang keras terutama karang mati. Bentuk karang lunak bervariasi, ada yang seperti jamur atau bercabang-cabang.

Sekumpulan polip bersimbiosis dengan sejenis alga yang disebut zooxanhellae yang membentuk terumbu karang. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Terumbu karang hidup di perairan pantai yang masih terkena cahaya ±50m di bawah permukaan laut. Ekosistem terumbu karang paling banyak ditemukan di perairan tropis. Terumbu karang sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya seperti suhu, salinitas, sedimentasi, dan memerlukan kualitas perairan alami.

Terumbu karang merupakan struktur hidup yang terbesar dan tertua di dunia. Sebagian besar terumbu karang di dunia terdapat di Indonesia, Filipina, Australia Utara, Kepulauan Pasifik (55%); Lautan Hindia dan Laut Merah (30%); Karibia (14%); Atlantik Utara (1%).

Indonesia memiliki kekayaan terumbu karang tiada duanya karena terletak di segitiga emas. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai ±60.000 km2. Luasan tersebut terletak di Indonesia bagian tengah dan timur seperti: Sulawesi, Bali, Lombok, Papua, Pulau Jawa, Kep. Riau, dan Pulau Sumatera. Tak heran jika Indonesia bagian timur memiliki taman nasional dan taman wisata alam laut yang sangat indah seperti: Raja Ampat, Taka Bonerate, Wakatobi, Bunaken, dan Lombok.

Keindahan terumbu karang tersebut pastinya didapat dalam jangka waktu yang tidak pendek. Untuk mendapatkan kondisi terumbu karang seperti sekarang ini membutuhkan waktu berjuta-juta tahun. Konon perairan Indonesia terbentuk sejak 450 juta tahun lalu.

Tidak hanya bernilai ekonomi untuk pariwisatanya, terumbu karang sangat bermanfaat bagi lingkungannya. Terumbu karang mampu menjaga keseimbangan dan kestabilan lingkungan dan fisik dengan menghalangi gelombang air laut sehingga bisa mengurangi potensi abrasi.
Selain itu, terumbu karang sangat bermanfaat bagi nelayan karena terumbu karang merupakan rumah bagi ikan-ikan yang ada di lautan. Kestabilan terumbu karang terjaga, maka kestabilan persediaan ikan-ikan juga akan terjaga.

Ternyata terumbu karang memiliki banyak fakta menarik yang saying dilewatkan, sayangnya tidak semua orang memperhatikan kelestarian terumbu karang. Padahal dengan melestarikan terumbu karang akan berefek terhadap kelestarian lingkungan di darat.

Salam sahabat hijau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *