RAYUANNYA TAK MENGUNDANG ANCAMAN KERUSAKAN DARIMU

Oleh : Noviarani Triadana Ayu – Duta Terumbu Karang Univ. Indonesia

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat ku cinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang ku puja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau Kelapa yang amat subur
Pulau Melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
Melambai-lambai, nyiur di pantai
Berbisik-bisik, raja kelana
Memuja pulau, nan indah permai
Tanah airku Indonesia

Lirik lagu diatas menggambarkan betapa indahnya alam Indonesia. Lagu berjudul Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki ini menyiratkan makna Indonesia dengan pulau-pulau indah yang begitu menggoda. Pulau-pulau di Indonesia digambarkan sebagai pulau yang dipuja dan memiliki tanah yang subur. Kekayaan alam Indonesia tidak hanya sebatas kesuburan tanah namun juga kaya akan kehidupan bawah laut.

Keindahan alam bawah laut Indonesia telah ada dari ratusan juta tahun lalu, namun sayangnya keindahan ini perlahan berkurang karena kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat bencana alam dan kecerobohan perilaku manusia. Menurut Worm dkk. (2006) perubahan pada biodiversity laut secara langsung dipengaruhi oleh eksploitasi, polusi, dan perusakan habitat, atau secara tidak langsung melalui perubahan iklim dan berhubungan dengan gangguan dari biogeochemistry laut. Meskipun kepunahan laut secara perlahan ditemukan pada skala global, ekosistem regional seperti muara, terumbu karang, pesisir, dan komunitas ikan laut dengan cepat kehilangan populasi, spesies, atau seluruh kelompok fungsional.

Pada kerusakan ekosistem yang disebutkan sebelumnya, terumbu karang merupakan salah satunya. Dikutip dari Miami Science Museum melalui websitenya miamisci.org, dikatakan bahwa terumbu karang merupakan ekosistem yang menarik dan misterius. Mereka telah hidup selama lebih dari lima ratus juta tahun dan dianggap setara dengan hutan hujan tropisMenutupi hanya 2% dari dasar laut, terumbu karang merupakan rumah bagi 25% dari semua spesies yang ada di laut.

Sayangnya surga bawah laut ini secara perlahan dirusak. Tindakan perusakan seperti praktek yang tidak terkontrol, metode memancing yang merusak, tumpahan minyak, polusi (berasal dari pembuangan domestik dan industri, pupuk, dan pestisida), perusakan oleh jangkar, pengolahan limbah yang tidak tepat, dan abrasi merupakan ancaman yang serius bagi terumbu karang (Miami Science Museum, 2013). Maka dari itu manusia perlu melakukan upaya-upaya untuk menyelamatkan keberlangsungan hidup terumbu karang.

Perlu diperhatikan bahwa manusia menjadi faktor utama penyebab rusaknya terumbu karang. Kegiatan manusia yang dilakukan di laut seringkali tidak terkendali dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem bawah laut. Melalui beberapa saran untuk memperbaiki keadaan terumbu karang yang dikemukakan oleh Miami Science Museum melalui websitenya, tergambar bahwa kegiatan manusia di wilayah sekitar terumbu karanglah yang perlu dibatasi atau bahkan sama sekali dilarang demi terwujudnya pemulihan terumbu karang. Saran-saran tersebut antara lain limit access;memberikan akses terbatas bagi siapapun yang akan memasuki kawasan terumbu karang, prohibit diving;melarang dilakukannya kegiatan menyelam dan snorkeling selama beberapa tahun sampai terumbu karang pulih, restrict diving; membatasi kegiatan menyelam dan hanya mengizinkan aktivitas menyelam dengan kapal selam agar bisa lebih diawasi, dan close the parks;upaya radikal dengan menutup taman nasional terumbu karang (Miami Science Museum, 2013).

Melalui poin-poin saran yang telah dikemukakan diatas, ditemukan bahwa kegiatan snorkeling dan menyelam cukup menjadi fokus perhatian dalam proses pemulihan terumbu karang. Hal ini berarti kegiatan yang banyak dijadikan hobi oleh para pencinta laut ini perlu dikendalikan cara pelaksanaannya agar tetap dapat dilakukan tanpa harus mengancam kesejahteraan terumbu karang. Kemudian apa yang perlu dilakukan oleh para penyelam agar bisa terus melanjutkan hobinya tanpa perlu merusak terumbu karang? Berikut adalah lima dari sepuluh tips dari Project AWARE Foundation yang dirangkum dari “10 Tips for Divers to Protect the Ocean Planet”:

  1. Jadilah Ahli dalam Mengapung : Kibasan fin, tonjolan kamera atau bahkan sentuhan dapat merusak dekade pertumbuhan terumbu karang. Pilihlah ukuran peralatan menyelam dan peralatan foto yang ramping, pertajam kemampuan menyelam, dan sempurnakan teknik foto bawah air. Selalu waspada akan pergerakan tubuh anda, peralatan menyelam, dan peralatan foto untuk menghindari kontak dengan ekosistem bawah laut.
  2. Jadilah Role Model : Scuba divers yang update akan selalu dilatih dan disertifikasi setiap waktu. Terlepas dari tingkat pengalaman anda, pastikan untuk memberikan contoh yang baik untuk orang lain ketika berinteraksi dengan ekosistem bawah laut.
  3. Take Only Photos – Leave Only Bubbles : Jika anda mengambil karang, kerang, atau hewan laut, anda bisa mengganggu keseimbangan dan memperparah kemerosotan jumlah situs penyelaman bagi generasi di masa depan. Maka anda cukup mengambil foto dari apa yang anda temukan dan jangan sedikitpun meninggalkan kerusakan.
  4. Lindungi Kehidupan Bawah Laut : Pilih untuk tidak menyentuh, memberi makan, memegang, mengejar, atau menunggangi apapun yang ada di bawah laut. Tindakan anda dapat membuat binatang stres, mengganggu perilaku alami makan dan kawin, atau memicu perilaku agresif binatang
  5. Jadilah Eco-tourist : Pilihlah penyedia fasilitas pariwisata yang berdedikasi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, termasuk konservasi laut, reduksi tenaga listrik, dan cara pembuangan limbah yang tepat. Jangan lupa untuk menghargai budaya, hukum, dan peraturan lokal.

Cara-cara menjadi penyelam yang baik diatas patutnya dapat menjadi gambaran bagi para penyelam untuk menyelam dengan cara yang aman. Sudah tidak ada alasan bagi para penyelam untuk tidak memperhatikan perilakunya ketika berada di bawah laut. Rayuan keindahan alam bawah laut Indonesia tidak meminta para penyelam untuk datang membawa ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. Sudah saatnya para penikmat keindahan alam bawah laut membuka mata lebih lebar dan berpikir lebih dalam untuk menggali kepedulian terhadap eksistensi ekosistem bawah laut. Tidak hanya mereka, para penyelam, namun siapapun yang peduli akan keberlangsungan hidup ekosistem bawah laut, dapat melakukan tindakan terdekat mulai dari menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem bawah laut sampai melakukan tindakan konservatif terhadap ekosistem-ekositem yang rusak.

Updated: January 30, 2021 — 6:41 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *