Pestisida Kimia dan Efeknya

Pestisida berasal dari kosa kata inggris. Pest yang berarti hama dan cide yang berarti mematikan/racun. Sehingga jika ditelusuri menjadi racun hama.

Pestisida biasanya digunakan untuk mengendalikan organisme yang dianggap merugikan kepentingan manusia. Pestisida digolongkan berdasarkan sasaran yang dikendalikan: insektisida (serangga), fungisida (jamur), bakterisida (bakteri), nematisida (nematode/cacing), akarisida (tungau, caplak, laba-laba), rodentisida (tikus), moluskisida (siput telanjang), herbisida (gulma).

Berdasarkan cara kerja pestisida, pestisida dibedakan menjad tiga golongan: racun perut, racun kontak, racun gas. Sedangkan berdasarkan struktur kimianya, pestisida dibedakan menjadi: organochlorin, organophosfat, carbamat, dinitrofenol, pyretoid, fumigant, petroleum, dan antibiotik.

Pemilihan jenis pestisida harus sesuai dengan jenis hama, kondisi tanaman, kondisi lingkungan, dan kondisi external (angin, cuaca, hujan, dll).

Sedangkan dalam proses penyemprotan sendiri, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan, di antaranya:

  • Pilih volume alat semprot sesuai dengan luas areal yang akan disemprot.
  • Gunakan alat pengaman (masker penutup hidung, mulut, kaos tangan, sepatu boot, baju lengan panjang)
  • Untuk golongan serangga, sebaiknya dilakukan penyemprotan saat stadium larva dan nimfa.
  • Waktu paling baik untuk penyemprotan adalah pada jam 08.00-11.00 atau 15.00-18.00
  • Jangan melakukan penyemprotan saat angin kencang dan hujan.
  • Jangan makan dan minum atau merokok saat melakukan penyemprotan.
  • Alat penyemprot langsung dibersihkan dan bekas air cucian dibuang jauh dari sumber air atau sungai.
  • Penyemprot segera mandi dengan bersih dan pakaian pada saat penyemprotan langsung dicuci.

Karena terbuat dari bahan kimia, dampak negatif selalu mengikuti pestisida kimia. Yang paling pertama terkenda dampaknya adalah pengguna pestisida. Resiko yang bisa dialami adalah kontaminasi pestisida secara langsung yang mampu menyebabkan keracunan akut maupun kronis.

Keracunan pestisida jangan dianggap remeh karena mampu menimbulkan kondisi kesehatan yang tidak remeh, bahkan kematian. Gejala-gejala awal keracunan pestisida adalah pusing, mual, dan kudis. Ada baiknya saat menggunakan pestisida, perlindungan tubuh dimaksimalkan.

Pestisida juga meninggalkan residu terhadap hasil pertanian. Risiko yang dihadapi konsumen adalah keracunan langsung karena mengkonsumsi produk pertanian yang tercemar pestisida. Walaupun konsumen tidak langsung merasakan gejalanya, sebaiknya pencucian sayur dan buah diperketat lagi untuk meminimalkan residu pestisida.

Tak hanya bagi pengguna dan konsumen, pestisida juga berdampak negatif terhadap lingkungan, merusak ekosistem air dan tanah. Kandungan pestisida yang terakumulasi di tanah membahayakan kualitas tanah itu sendiri. Unsu-unsur hara alami pada tanah makin terdesak dan sulit melakukan regenerasi hingga mengakibatkan tanah-tanah masam dan tidak produktif (Sulistiyono, 2004).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *