PEMELIHARAAN TERUMBU KARANG, DARI HAL KECIL, HAL BESAR DAPAT TERJADI!

oleh : Ariani Fadhilah – Duta Terumbu Karang Universitas Budi Luhur

Terumbu karang merupakan makhluk dasar dalam terjaganya ekosistem laut. Tanpa terumbu karang (karang mati) maka ekosistem laut tidak dapat berlangsung. Bahwasanya yang telah ketahui banyak kehidupan yang berlangsung dalam terumbu karang. Terdapat ribuan spesies yang hidup di Ekosistem terumbu karang seperti lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis Moluska, dan 1500 jenis udang-udangan.  Jika ikan-ikan kecil dan udang-udangan tidak ada maka tidak ada ikan-ikan sedang, tidak ada ikan-ikan sedang maka tidak akan ada ikan-ikan besar dan seterusnya. Rantai makanan dari makhluk air ini akan terputus dan kehidupan pun tidak akan terjadi didalamnya. Oleh karena itu hal ini akan berdampak pula pada makanan seafood yang biasa kita makan pada kesehariannya.

Indonesia mempunyai andil 18% dalam karang dunia dengan kekayaan keanekaragamaan hayatinya. Sebagian besar terumbu karang dunia (55%) terdapat Indonesia, Pilipina, Australia Utara dan Kepulauan Pasifik, 30% di Lautan Hindia dan Laut Merah, 14% di Karibia dan 1% di Atlantik Utara. Terumbu karang Indonesia yang mencapai 60.000 km2 luasnya, daerah yang memiliki ekosistem terumbu karang di pesisirnya adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Papua, Pulau Jawa, Kepulauan Riau dan pantai Barat serta ujung barat daya Pulau Sumatera. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Indonesia telah menjadi salah satu negara peserta Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) dari enam negara pemilik segitiga terumbu karang (coral triangle) dunia. Lima negara lainnya yakni Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Solomon Island. Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam penjagaan ekosistem laut dan daerah sekitarnya. Terumbu karangpun memiliki manfaat dalam menunjang perekonomian Indonesia dari sumber kelautan dan pariwisatanya.

Namun terumbu karang terancam kepunahan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia itu sendiri. Hasil survey Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hingga akhir 2012 menyebutkan hanya 30% terumbu karang Indonesia dalam kondisi baik, 37% dalam kondisi sedang, dan 33% sisanya rusak parah. Pemantauan terumbu karang tersebut dilakukan LIPI di 77 daerah yang tersebar dari Sabang hingga Kepulauan Raja Ampat. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti pemboman masal yang merusak dasar laut dan terumbu karang, perubahan iklim yang ekstrim, bahkan dengan pengambilan langsung terumbu karang yang masih hidup oleh penyelam. Padahal yang kita tahu bahwa butuh waktu yang sangat lama dan berpuluh-puluh tahun untuk terumbu karang ini dapat berkembang biak dan tumbuh. Dari seratus persen hanya tinggal tiga puluh persen saja terumbu karang yang dinyatakan baik. Dan apakah dengan 30% ini ekosistem laut dapat terjaga keseimbangan nya? Tentu saja tidak.

Keuntungan dari laut sangatlah banyak bukan hanya sebagai salah satu sumber pangan yang kita makan namun dalam hal keindahan, tempat wisata dan hiburan. Saat kita jenuh dan butuh hiburan maka biasanya pantai menjadi tempat pilihan untuk menghibur diri. Jika pantai yang kita lihat keruh dan tidak ada pemandangan indah yang kita lihat maka akan sangat menyayangkan hati. Dan hal itu sangat mengganggu keberlangsungan dari daerah pesisir pantai yang banyak didatangi para wisatawan. Apakah kita akan diam saja? sedangkan yang kita tahu bahwa negara kita mempunyai keindahan ekosistem laut yang sangat indah.

Pemeliharaan ataupun restorasi ekosistem laut yang dijalankan oleh pemerintah ataupun yayasan akan sangat membantu dalam kegiatan keseimbangan ekosistem laut ini. Namun jika masyarakat sekitar ataupun kita yang datang kepinggiran tidak melakukan sebagian dari kegiatan pemeliharaan atau restorasi ini maka kegiatan yang dilakukan pemerintah pun akan sangat sia-sia. Karena masyarakat sekitar, nelayan dan pengunjung yang datang kedaerah setempat pinggiran pantai mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemeliharaan ekosistem laut ini. Mereka lah yang terjun langsung ke tempat TKP dan mereka yang melihat bagaimana terumbu karang butuh pemeliharaan dan konservasi.

Pemeliharaan itu bisa dengan memberikan pergerakan seperti penyuluhan atau seminar kecil kepada masyarakat sekitar dan pengunjung yang datang tentang pentingnya dan besar peranannya terumbu karang. Gerakan kecil seperti tidak membuang sampah ke pantai atau laut, pembersihan sampah dipesisir laut, penanaman terumbu karang dan lain-lain. Banyak kegiatan kecil yang dapat kita lakukan dengan keuntungan besar yang kita dapat nantinya. Jadi dimulai dari diri kita dahulu sampai akhirnya dapat menginfluence orang lain disekitar kita. Dari pergerakan kecil ini lah sebuah harapan besar dapat diwujudkan dan dengan hal-hal kecil, hal-hal besar dapat terjadi. Jadi tunggu apa lagi, mari kita lakukan hal kecil tersebut dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *