Menyepi di Desa Les Yuk!!

Siapa yang tak tahu Bali? Pulau dengan sejuta pesonanya, sayangnya selama ini saya dan mungkin kebanyakan orang lain sering mengunjungi Bali di daerah kota, seperti Kuta, Legian, Denpasar, dan Sanur. Tak banyak orang tahu kawasan Bali Barat bisa menjadi pilihan liburan yang menyenangkan dan menenangkan.

Untuk ke daerah Bali Barat, jarak yang ditempuh dari Denpasar cukup jauh, jika menggunakan kendaraan pribadi dengan kecepatan yang cukup tinggi memakan waktu 2,5 – 3 jam perjalanan (tanpa macet). Jalan yang biasa ditempuh melewati Bali bagian timur, sepanjang jalan ini pemandangan yang disajikan cukup menarik karena melewati Gunung Agung dan Kintamani yang merupakan daerah dataran tinggi. Sehingga sangat disarankan jika melewati daerah ini siang hari.

Melewati perjalanan yang tidak sebentar, akhirnya masuk juga di daerah Bali bagian Barat. Tempat yang dituju adalah Desa Les.

Desa Les masih berada di Kabupaten Bali Barat, di desa ini sangat sedikit turis domestik dan asing yang bisa ditemui. Daerahnya pun masih asri lengkap dengan adat istiadat yang wajib dijalani penduduk sekitarnya.

Di Desa Les ini, ada seorang teman baik yang menawarkan penginapan langsung menghadap laut dengan harga yang cukup murah (350 ribu/kamar). Kamar yang disediakan juga sudah bisa untuk dua orang. Penginapan sederhana ini juga menyediakan perlengkapan snorkeling, wi-fi, dan dapur.

Di depan kamar langsung bisa melihat matahari terbit dan tenggelam karena setiap kamar langsung menghadap laut yang luas.

Laut yang tersedia di depan mata ini, walaupun datarannya terdiri dari banyak batu dan kerikil, namun air lautnya sangat jernih, terlebih banyak ikan hias yang berenang kian-kemari. Jadi bisa berenang sepuasnya tanpa harus berdesak-desakan dengan banyak pengunjung, seperti laut punya sendiri.

Jangan khawatir akan kuliner karena petani dan nelayan setempat siap untuk mengisi perut yang keroncongan. Ikan laut segar hasil berlayar di lautan siap disantap, rasanya manis, segar, dan pastinya enak. Jenis ikan yang biasa ditangkap oleh para nelayan adalah cumi-cumi, ikan terbang, dan ikan laut jenis lainnya.

Jika hobi memasak, bisa langsung masak hasil tangkapan di dapur atau membeli sayuran di pasar dan dimasak sendiri. Malamnya menginap di hotel seribu bintang. Langit luas sebagai atap berhiaskan ribuan bintang, ditemani dengan suara ombak malam dan jagung bakar, malam di Desa Les siap jadi kenangan.

Kebanyakan penduduk di Desa Les merupakan nelayan ikan untuk lauk dan juga nelayan ikan hias. Desa ini memiliki program pelestarian terumbu karang dan ikan hias. Selain bermanfaat untuk keberlangsungan ekosistem, pelestarian ekosistem laut bermanfaat juga untuk pengembangan wisata.

Karena bukan kota besar, daerah ini cukup tenang. Tidak ada kendaraan yang berlalu lalang 24 jam sehari, tidak ada kebisingan khas kota-kota besar. Yang ada hanya laut, suara ombak, suara kapal-kapal nelayan yang berlabuh dan berlayar, dan ketenangan khas Bali.

Selamat berlibur

Updated: January 31, 2021 — 5:17 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *