KAU TAK PERNAH TERSENYUM, MESKI TARIANMU BEGITU INDAH!!!

Oleh : Hafidhuddin – Duta Terumbu Karang UIN Syarif Hidayatullah

“Aku tak pernah melihat laut tertawa, biarpun kesejukan bersama tariannya”,  oleh Payung Tedu. Sepenggal lirik yang menggambarkan tidak langsung dengan keadaannya saat ini. Siapa yang tidak tau jika indonesia merupakan negara kepulauan, 75% dari kawasannya merupan lautan dan hanya 25% nya berupa daratan. Sebuah negara dengan garis pantai terpanjang ke-3 di dunia. Dengan bentangan laut sepanjang 2,7 juta mil persegi yang dimana setara dengan setengah dari seluruh Amerika Serikat.

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar didunia dangan jumlah pulau yang telah memiliki nama ialah sebanyak 7.870 pulau dan terdapat sebanyak 9.634 pulau yang belum memiliki nama (2004, Departemen Dalam Negeri). Dapat dibanyangkan betapa besarnya kekayaan bahari kita. Dapat dibayangkan jumlah rupiah yang dapat dihasilkan dari laut negara kita.  Setiap tahun Indonesia menghasilkan ikan sebanyak 200 ton pertahunnya belum termasuk yang ilegal. Disisi lain Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan jumlah spesien hewan laut terbanyak didunia. Dimana spesies-spesies itu tersebar diseluruh wilayah indonesia. Hampir setiap pulau di Indonesia memiliki spesies uniknya masing-masing.

Sebuah anugerah lain Indonesia merupakan salah satu dari kawasan Coral Triangle  dunia, di mana berarti indonesia merupakan salah satu kawasan pusat keanekaragaman hayati laut dan menjadi prioritas utama dunia untuk konservasi laut. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Hal ini tidak lain karena banyaknya jumlah spesies karang yang ada di Indonesia. Tercatat di Indonesia memiliki jenis karang lebih dari 600 spesies dan lebih dari 3000 jenis ikan yang berlindung dan bergantung pada karang-karang itu.

Namun suatu yang sangat disedihkan ialah dari jumlah kekayaan yang luar biasa itu hanya segelentir orang yang peduli dengan keadaan mereka dari 250 juta penduduk indonesia saat ini. Begitu banyak orang yang dengan santainya merusak habitat mereka baik secara sengaja atau pun tidak disengaja. Hal yang sangat memprihatinkan bahwa pada kenyataannya sebanyak 30% terumbukarang indonesia telah rusak. Padahal terumbu karang merupakan penyangga utama yang tak ternilai harganya. Dapat dibayangkan ketika terumbu karang hancur maka tepat berkembang biaknya ikan akan hilang ketika ikan hilang dan akan terus berdampak pada kehidupan sehari-hari bahkan bangsa kita sendiri. Seperti yang pernah disampaikan  Direktur Walhi Bangka Belitung (Babel) Ratno Budi mengatakan, berdasarkan hasil sejumlah riset ilmiah yang dilakukan institusi terhadap konsentrasi aktivitas bawah laut, termasuk terumbu karang, pemulihannya butuh waktu lama. “Kalau kondisi terumbu karang sudah hancur, maka bisa dipastikan harapan untuk dunia pariwisata sudah sangat mengkhawatirkan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan ini. Baik secara tidak sengaja maupun disengaja dimana diantaranya pertama terumbu karang yang sangat indah membuat banyak penyelam tergoda untuk melihatnya, namun ternyata, tidak sedikit dari mereka yang tega membawa pulang biota laut tersebut. Padahal satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang. Kedua, membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut. Ketiga, penggunaan pupuk dan pestisida buatan pada lahan pertanian juga merusak terumbu karang di lautan. Walaupun jarak lahan pertanian dengan bibir pantai sangat jauh, residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut melalui air hujan yang jatuh di lahan pertanian. Keempat, Masih banyak yang menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom dan racun sianida. Ini sangat mematikan terumbu karang. Kelima, Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya dan masih banyak penyebab lain.

Untuk itu mulai saat ini mari kita menjadi bagian dari penyelamatan terumbu karang kita sendiri. Tak perlu melakukan hal yang besar untuk turut berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan bahari. Dengan membuang sampah pada tempatnya dan membatu memberikan informasi akan keadaan terumbu karang kita saat ini sudah merupakan bagian dari kontribusi kita. Ingatlah suatu yang kecil akan menjadi besar ketika terus dilakukan. DAB BUATLAH IA TERSENYUM TIDAK HANYA KARNA INDAHNYA TARIANNYA TAPI JUGA KARNA KEINDAHAN DIDALAMNYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *